Kata Pengantar
Pertama-tama puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas rahmat dan hidayah-Nya,kita
semua masih diberikan nikmat yang begitu besar yaitu nikmat iman dan
islam.
Dalam penulisan ini penulis mencoba menyampaikan materi tentang
FOTOSINTESIS´. Salah satu yang perlu kita ketahui bahwa Fotosintesis adalah
suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang
dilakukan tumbuhan, alga,dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat
hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya
matahari.
Untuk itu saya akan menyampaikan sedikit beberapa hal tentang proses
fotosintesis serta perananya pada tumbuhan dan tanaman agar kita bias
memahamidan mepelajarinya sebagai tujuan untuk bekal ilmu pengetahuan di masa
mendatang.
Harapan saya selaku penulis, semoga dengan adanya makalah ini bias memberikan
sedikit jawaban terutama penuli mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membagun dalam penulisan makalah ini karena penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaannya.
Kupang, 16 Oktober
2014
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan
a. Latar
belakang.................................................................................4
b. Rumusan masalah.........................................................................5
c. Tujuan
Penulisan...........................................................................5
d. Tinjauan pustaka............................................................................5
BAB II Pembahasan
a. Tempat terjadinya proses
fotosintesis......................................7
b. Mekanisme terjadinya fotosintesis...........................................7
c. faktor-faktor yang
mempempengaruhi fotosinteasis..........9
BAB III Penutup
Kesimpulan...........................................................................................11
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada tahun 1771, Joseph Priestley, seorang ahli kimia
dan pendeta berkebangsaan Inggris, menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah
lilin menyaladengan sebuah toples terbalik, nyalanya akan mati sebelum lilinnya
habis terbakar. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples
terbalik bersama lilin, tikusitu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu,
Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam
toples itu dan menyebabkan matinya tikus kemudian menunjukkan bahwa udara yang
telah dirusak oleh lilin tersebut dapat dipulihkan oleh tumbuhan. Ia juga
menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di
dalamnya juga terdapat tumbuhan.
Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz. okter kerajaan
Austria, mengulangi eksperimen Priestley. Ia memperlihatkan bahwa cahaya
matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara
yang "rusak".
Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori
udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan
dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni
penghuninya.
Akhirnya di tahun 1782, Jean Senebier, seorang
pastor Perancis, menunjukkan bahwa udara yang dipulihkan dan merusak itu adalah
karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Tidak lama
kemudian, Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis
Stephen Hale dengan percobaan-percobaaan "pemulihan" udara. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan
bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida, tetapi juga oleh pemberian air.
Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan
persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa).
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam menyusun makalah ini penulis dapat merumuskan
masalahnya sebegai berikut:
1. Dimana tempat terjadinya fotosintesis
2.
Bagaimana mekenisme terjadinya proses
fotosintesis
3.
Faktor- faktor apa yang mempengaruhi proses
fotosintesis
C. TUJUAN PENULISAN
Penulis menyusun makalah ini bertujuan sebagai:
1.
Mengetahui tentang tempat terjadinya proses
fotosintesis
2.
Mempelejari bagaimana terjadinya proses
fotosintesis
3. Mengetahui
dan mempelejari faktor-faktor apa yang mempengaruhi proses fotosintesis
D.TINJAUAN PUSTAKA
Fotosintesis yaitu peristiwa pembentukan makanan
dengan bantuan sinar matahari. Proses ini membutuhkan bahan makanan berupa
air, karbon dioksida,oksigen dan berbagai zat mineral. Hasil dari fotosintesis
akan diedarkan keseluruh bagian tumbuhan melalui pembuluh tapis. Zat-zat
mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam fotosintesis ini ada 14 unsur,
yaitu nitrogen,fosfor,belerang,potasium,kalsium,sedikit unsur besi, magnesium,
tembaga,boron, klor, seng,kobalt, mangan, dan molibdenum.Jika salah satu dari
unsur tersebut tidak terpenuhi, tumbuhan tidak dapat tumbuh secara normal. Dari
peristiwa fotosintesis dihasilkan makanan berupa karbohidrat sebagai hasil
utama dan oksigen sebagai hasil sampingnya.
Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki oleh tumbuhan
hijau adalah kemampuan dalam mengggunakan zat karbon dari udara untuk diubah
menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena
proses pengubahan itu memerlukan energi cahaya, maka asimilasi zat karbon
disebut fotosintesis. Atau secara lengkap pengertian fotosintesis atau
asimilasi karbon ialah proses pengubahan zat ± zat anorganik H2O dan
CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya.Kloroplas
sebagai bahan dasar fotosintesis memiliki energi dari sinar matahari disimpan
lalu diubah menjadi molekul dan glukosa. Didalam mitokondria energy yang telah
diubah menjadi glukosa dibongkar kembali untuk digunakan bagi keperluan proses
±proses dalam sel.
Kloroplas dibungkus oleh dua lapisan (membran),
lapisan dalam berupa suatu membran yang kompleks, pada membrane ini terdapat
beberapa lapisan kantung yang rata disebut grana. Zat warna klorofil dan
molekul ± molekul yang membantu penangkapan sinar matahari berada sisalam
grana. Didalam seluruh grana terdapat larutan protein yang disebut stroma.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tempat terjadinya proses fotosintesis
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang
disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan.
Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap
cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh
tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi
dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil
yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya
akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju
mesofil. Dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan
sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Fotosintesis pada alga
dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga
alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki
struktur sekompleks tumbuhan darat,fotosintesis pada keduanya terjadi dengan
cara yang sama. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam
kloroplasnya, maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih
bervariasi. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof.
Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada
materi yang dihasilkan oleh organisme lain.
B. Bagaimana
terjadinya proses fotosintesis
Proses fotosintesis yang terjadi di kloroplas melalui
dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
1.Reaksi
terang
Terjadi bila terdapat sinar, misalkan sinar matahari.
Selama tahap ini klorofil didalam membrane gana menyerap sinar merah dan nila
yang bergelombang panjang pada spectrum
sinar.Energi yang ditangkap oleh klorofil
digunakan untuk memecah molekul air. Pemecahan ini disebut fotolisis.
Fotolisis mengakibatkan molekul air pecah menjadi hidrogen dan oksigen. Reaksi
fotolisis dapat ditulis dengan persamaan:
2
H2O 2 H2+ O2
H2 yang
terlepas ditampung oleh koenzim NADP. Dalam hal ini, NADP bertindak sebagai
akseptor H2, bentuknya
berubah menjadi NADPH2 dan
O2
tetap dalam keadaan bebas.NADP (Nikotinamida Adenin
Dinukleotida Fosfat) merupakan koenzim yang penting peranannya dalam kegiatan
oksidasi reduksi dan banyak terdapat dalam sel hidup. Selama proses tersebut
dihasilkan ATP.
2.Reaksi
gelap
Blackman (1905) adalah seorang ahli membuktikan bahwa
reduksi dari CO2 ke CHO berlangsung
tanpa sinar. Sehingga reaksi gelap disebut pula sebagai reaksi blackman atau
reduksi CO. Bila reaksi terang (Hill) dan reaksi gelap (blackman) digabung maka
reaksinya sebagai berikut:
Hill:
2
H2O 2 NADP H2+
O2
Balckman:
CO2+ 2 NADP H2+ O22 NADP + H2+ CO + O + H2+ O2
Penggabungan :
2
H2O + CO CH2O
+ H2O + O2
Bila baris terakhir ini dikalikan 6 , maka kita
akan memperoleh:
12 H2O + 6 CO2 (CH2O)6
+ 6 H2 + 6 O2'
C. Faktor- faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis
Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu
faktor yang dapat memengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun
faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa
fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis. Proses fotosintesis
sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya
matahari, suhu lingkungan,konsentrasi karbondioksida (CO2). Faktor lingkungan tersebut dikenal juga
sebagaifaktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis.
Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju
fotosintesis mencapai kondisi optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis
telah ditingkatkan, inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat
memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum
fotosintesis. Selain itu, faktor-faktor seperti translokasi karbohidrat,
umur daun, serta ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsi organ yang
penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju
fotosintesis.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan
laju fotosintesis :
1.Intensitas
cahaya
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
2.Konsentrasi
karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin
banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan
fotosintesis.
3.Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses
fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju
fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi
enzim.
4.Kadar
air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan
stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju
fotosintesis.
5.Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang,
laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai
jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
6.Tahap
pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis
jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan
dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih
banyak energi dan makanan untuk tumbuh.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut
klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil
terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang
akan digunakan dalam fotosintesis.
a. Reaksi
terang
Terjadi bila terdapat sinar, misalkan sinar matahari.
Selama tahap ini klorofil di dalam membrane gana menyerap sinar merah dan nila
yang bergelombang panjang pada spectrum
sinar.
b. Reaksi
gelap
Blackman (1905) adalah seorang ahli membuktikan bahwa reduksi
dari CO2 ke CHO berlangsung tanpa sinar. Sehingga reaksi gelap
disebut pula sebagai reaksi blackman atau reduksi CO.
Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu
faktor yang dapat memengaruhisecara langsung seperti kondisi lingkungan maupun
faktor yang tidak memengaruhi.
B.
SARAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar