KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan
hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Tugas Laporan Pratikum Kimia yang berjudul “Korosi Pada Besi” ini dengan baik
dan tepat waktu.
Tugas Laporan Pratikum Kimia ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk melengkapi nilai pratikum mata
pelajaran Kimia di SMA Negeri 4 Kota Kupang.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini masih jauh
dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun dibutuhkan demi
kesempurnaan laporan pratikum yang akan
datang. Penulis berharap semoga laporan
pratikum kimia ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Kupang,
10 Februari 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR............................................................. ... 2
DAFTAR ISI........................................................................... ... 3
BAB I
1.1. Tujuan Percobaan...................................................... ... 4
1.2. Dasar Teori............................................................... ... 4
1.3. Metode Eksperimen
a. Alat dan
Bahan....................................................................... 5
1.4. Prosedur
Kerja............................................................................. 6
BAB II
2.1 Data-data percobaan............................................................. 7
2.2
Pembahasan................................................................................... 8
BAB III
3.1. Kesimpulan dan Saran.................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... .... 11
Lampiran.................................................................... 12
KOROSI PADA BESI
1.1.
Tujuan
Percobaan
Untuk
mengetahui korosi yang terjadi pada besi dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
1.2. Dasar
Teori
Menurut Roberge, korosi adalah peristiwa rusaknya
logam karena reaksi rusaknya logam karena reaksi dengan lingkungannya.
Sedangkan menurut Gunaltun, korosi adalah fenomena elektrokimia dan hanya
menyerang logam. Ada pula definisi lain yang mengatakan bahwa korosi merupakan
rusaknya logam karena adanya zat penyebab korosi. Pada dasarnya peristiwa
korosi adalah reaksi elektrokimia. Secara alami pada permukaan logam di lapisi
oleh suatu lapisan film oksida (FeO.OH). pasivitas dari lapisan film ini akan
rusak karena adanya pengaruuh dari lingkungan, misalnya adanya penurunan pH
atau akalinitas dari lingkungan atau pun serangan dari ion-ion klorida.
Besi merupakan logam yang mudah berkarat. Karat besi
merupakan zat yang di hasilkan pada peristiwa koros, yaitu berupa zat padat
berwarna cokelat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori. Bila di biarkan,
besi akan habis menjadi karat. Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan.
Contohnya adalah keroposnya jembadan, bodi mobil, atau pun berbagai kontruksi
dari besi lainnya.
Pada peristiwa korosi besi mengalami oksidasi,
sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida
atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O,
suatu zat padat yang berwarna cokelat-merah. Pada korosi besi, bagian tertentu
dari besi berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s) =>
Fe2+(aq) + 2e Eo
= +0,44 V
Electron yang di bebaskan di anode mengalir ke bagian
lain dari besi yang berlaku sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.
O2(g) +
2H2O(l) + 4e =>
4OH-(aq) Eo
= +0,40 V
Atau
O2(g) + 2H+(aq)
+ 4e =>
2H2O(l) Eo
= +1,23 V
Ion besi (ii) yang terbentuk pada anode selanjutnya
teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida
terhidrasi, Fe2O3.nH2O, yaitu karat besi.
Maka reaksi
yang terjadi :
Anode : 2Fe(s) => 2Fe2+(aq) + 4e Eo = +0,44 V
Katode : O2(g) + 2H2O(l) + 4e
=> 4OH-(aq) Eo
= +0,40 V
-----------------------------------------------------------------------
+ Rx sel : 2Fe(s) + O2(g) + 2H2O(l) =>
2Fe2+(aq) + 4OH-(aq) Eo = +0,84 V
Ion Fe2+ tersebut
kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut dengan reaksi :
4Fe2+(aq) + O2
(g) + (4 + 2n) H2O =>2Fe2O3.nH2O
+ 8H+(aq)
Mengenai bagian
mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak
sebagai katode bergantung pada berbagai factor, misalnya zat pengotor atau
perbedaan rapatan logam itu.
Korosi besi
memerlukan besi memerlukan oksigen dan air. Dari reaksi terlihat bahwa korosi
melibatkan adanya gas oksigen dan air. Karena itu, besi yang di simpan dalam
udara yang kering akan lebih awet di bandingkan di tempat yang lembab.
Korosi pada
besi ternyata di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat keasaman,kontak
dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam lain yang kurang
aktif (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam itu sendiri (kerapatan
atau kasar halusnya permukaan).
1.3.
Metode Eksperimen
Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang di gunakan dalam pratikum
ini yaitu sebagai berikut.
ü 4 batang paku besi
ü 4 buah tabung reaksi
ü 5 mL air suling
ü 2 gram Kristal CaCl2
ü Air panas atau air yang sudah di didihkan
ü 10 mL kerosin atau minyak tanah
ü Kapas
ü Sumbat
Prosedur Kerja
Berikut ini
merupakan langkah kerja yang di praktekkan.
1. Ambillah 4 tabung reaksi, kemudian :
a)
Tambahkan 5 mL air suling ke dalam tabung 1.
b)
Tambahkan 2 gram Kristal CaCl2 kemudian kapas kering ke dalam tabung
2.
c)
Tambahkan air yang sudah di didihkan ke dalam tabung 3 hingga hamper penuh.
d)
Tambahkan kira-kira 10 mL kerosin ke dalam tabung 4.
2. Amplaslah 4 batang paku besi hingga
bersih, kemudian masukkan masing-masing satu ke dalam tabung reaksi pada
prosedur 1 di atas.
3. Tutup tabung 2 dan 3 dengan prop (sumbat)
karet sampai rapat.
4. Simpanlah tabung-tabung tersebut selama 2
hari, kemudian amati apa yang terjadi. Catat pengamatan Anda.
Lembar Pengamatan
|
Hari
|
Waktu/
Tanggal
|
Tabung 1
(5 mL air
suling)
|
Tabung 2
(2 gram
Kristal CaCl2 + kapas kering)
|
Tabung 3
(air mendidihkan)
|
Tabung 4
(10 mL
kerosin)
|
|
|
BAB II
PEMBAHASAN
A. DATA-DATA PERCOBAAN
Kelas : XII – IPA 1 Hari, tanggal : Ming, 08 Feb 15
Tempat : Rumah
|
Hari
|
Waktu/
Tanggal
|
Tabung 1
5 mL air suling
(TERBUKA)
|
Tabung 2
2 gram Kristal CaCl2 +
kapas kering
(TERTUTUP)
|
Tabung 3
Air mendidih
(TERTUTUP)
|
Tabung 4
10 mL kerosin
(TERBUKA)
|
|
1
|
09-02-2015
06.45
|
Tidak berkarat
|
Tidak berkarat
|
Tidak berkarat
|
Tidak berkarat
|
|
2
|
10-02-2015
16.00
|
Paku berkarat dan air mengeruh
|
Paku berkarat pada bagian atasnya
|
Tidak berkarat
|
Tidak berkarat
|
B. ANALISIS DATA
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Korosi
a) Air Suling
Faktor
penyebab terjadinya korosi adalah adanya air dan oksigen. Pada tabung 1 yang
berisi aquades, terdapat air dan oksigen terlarut, selain itu, keadaan tabung
terbuka, sehingga oksigen di udara dapat berikatan dengan aquades, akibatnya keadaan
tabung menjadi kaya oksigen (O2), sehingga korosi dapat terjadi pada paku di
tabung 1. Pada percobaan, paku di tabung 1 berkarat, dan airnya menjadi bewarna
kuning kecoklatan, percobaan ini sesuai dengan teori.
b) Garam + Kapas
Seperti pada tabung pertama, tabung kedua pada hari pertama paku belum mengalami pengkaratan.Hari kedua paku sedikit
berkarat pada bagian atasnya. Elektrolit (asam atau garam) merupakan media yang baik untuk
melangsungkan transfer muatan. Hal itu mengakibatkan elektron lebih mudah untuk
dapat diikat oleh oksigen di udara. Menggunakan kapas tanpa bantuan air
mengakibatkan paku berkarat namun jangka waktu yang diperlukan lebih lama
dibanding menggunakan media air.
c) Air yang sudah di didihkan
Korosi
dapat terjadi jika terdapat dua faktor penyebab korosi, yaitu air dan oksigen.
Tabung 3 berisi air yang sudah di didihkan, air yang sudah di didihkan
kehilangan oksigen terlarut, dan keadaan tabung di tutup, sehingga oksigen atau
O2 dari udara tidak dapat masuk ke tabung, akibatnya keadaan tabung tanpa
oksigen atau O2. Dalam tabung ini terdapat air, namun tidak terdapat oksigen,
sehingga korosi terjadi lambat.
d) Kerosin atau Minyak tanah
Tabung
4 berisi minyak tanah, minyak tanah tidak mengandung oksigen dan tidak dapat
berikatan dengan oksigen di udara, sehingga walaupun tabung dibuka, keadaan
paku dan sekitar paku dalam tabung bebas dari oksigen. Keadaan ini tidak
memungkinkan terjadinya reaksi perkaratan atau korosi, sehingga paku pada
tabung 4 seharusnya tidak berkarat. Pada percobaan, paku pada tabung 4 tidak
berkarat.
B. Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan :
1.
Apakah tabung dimana paku berkarat terdapat oksigen
atau air?
2.
Apakah tabung dimana paku tidak berkarat tidak
terdapat oksigen atau air?
Jawab :
1.
Ya.
2.
Ya.
BAB. III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam percobaan kali ini dapat saya simpulkan bahwa korosi itu terjadi
karena adanya air dan oksigen yang saling bereaksi. Hal ini dapat dibuktikan
dari penelitian obyek nomer 1. Dari
penelitian kali ini, juga dapat kita ketahui bahwa dengan menggunakan minyak
tanah dapat menghambat korosi.
B. Saran
ü Selama menjalankan praktikum, sebaiknya tenang agar hasil yang diperoleh
teliti dan sesuai.
ü Mengamplas dengan benar paku
ü Hendaknya peralatan praktikum yang digunakan baik
kondisinya.
ü Membersihkan dan membereskan peralatan praktikum yang
telah digunakan.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar