Laporan Pratikum Biologi (Uji Zat Makanan)



KATA PENGANTAR
   Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan  hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan  Tugas Laporan Pratikum Biologi yang berjudul “Uji Zat Makanan” ini dengan baik dan tepat waktu.
   Tugas Laporan Pratikum Biologi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk melengkapi nilai pratikum yang telah dilakukan sebelumnya di SMA Negeri 4 Kota Kupang.
Saya  menyadari bahwa laporan  ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun dibutuhkan demi kesempurnaan karya ilmiah  yang akan datang. Kami berharap semoga laporan pratikum fisika ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.





Kupang, 8 Februari 2015


         Penyusun


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.............................................................................. .... 2
DAFTAR ISI.............................................................................................. .... 3
BAB I
       1.1.  Tujuan Percobaan...................................................................... .... 4         
       1.2.  Dasar Teori.................................................................................. .... 4
       1.3.  Metode Eksperimen
                a. Alat dan Bahan........................................................................    5
       1.4. Prosedur Kerja.................................................................................     5
BAB II
       2.1 Data-data percobaan....................................................................     7
       2.2 Pembahasan.......................................................................................             8
BAB III
       3.1. Kesimpulan dan Saran.................................................................... 11
      
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................  13












BAB. I
PENDAHULUAN

1.1.      Tujuan Percobaan
Untuk menguji adanya kandungan Amilum, Glukosa, Lemak dan Protein, Mineral dan Vitamin dalam bahan makanan.

1.2.     Dasar Teori
Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (Makronutrien) yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (Mikronutrein) yaitu mineral dan vitamin.
1.       Pengujian Amilum
a.       Reagen                      : Larutan Lugol
b.      Bahan makanan positif mengandung amilum jika menunjukkan warna biru sampai hitam.
2.     Pengujian Gula (Glukosa)
a.       Reagen                      : Fehling A dan Fehling B
b.      Bahan makanan yang ditetesi Fehling A dan Fehling B larutannya akan beruwarna biru. Setelah dipanaskan bahan makanan yang mrngandung gula akan berubah menjadi hijau sampai dengan orange. Sedangkan jika menggunakan reagen Benedict, bahan makanan yang mengandung gula akan berubah warna menjadi merah bata.
3.      Pengujian Protein
a.       Reagen                      : Biuret
b.      Bahan makanan positif mengandung protein jika warnanya menjadi ungu.
4.     Pengujian Lemak
Pengujian dapat menggunakan kertas buram atau koran. Larutan yang mengandung lemak jika diteteskan pada pinggir kertas koran, maka pinggir kertas tersebut akan tampak buram.


1.3.      Metode Ekperimen

A.    Alat dan Bahan
ü  Tabung reaksi
ü  Rak tabung
ü  Penjepit tabung reaksi
ü  Batang pengaduk
ü  Gelas Kimia
ü  Pembakar Spritus
ü  Pipet tetes
ü  Korek api
ü  Kertas buram atau koran
ü  Larutan bahan makanan yang dikumpulkan
ü  Reagen yang dibutuhkan :
-        Biuret
-        Lugol
-        Fehling A dan Fehling B

1.4.     Prosedur Kerja
Ujilah masing-masing larutan bahan makanan yang sudah dihaluskan dan tambahkan sedikit air dan reagen.
§  Biuret untuk uji protein
§  Lugol untuk uji amilum
§  Fehling A dan Fehling B untuk uji gula (glukosa)

Ketererangan     :
§  Penggunaan larutan bahan makanan kurang lebih 1 cm dari dasar tabung reaksi
§  Penggunaan reagen antara 3 – 6 tetes
§  Penggunan dengan fehling A dan fehling B (harus dipanaskan)
§  Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel berikut :



Ketererangan          :
§  Penggunaan larutan bahan makanan kurang lebih 1 cm dari dasar tabung reaksi
§  Penggunaan reagen antara 3 – 6 tetes
§  Penggunan dengan fehling A dan fehling B (harus dipanaskan)
§  Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel berikut :

Tabel. Pengamatan


No.
Bahan Makan-an
Biuret
Lugol
FA & FB
Lemak
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah



















































































No.
Bahan Makanan
Biuret
Lugol
FA & FB
Lemak
Kertas
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
1.
Tepung Terigu
-
-
Putih
Hitam
Ungu
Coklat
T
R
A
N
S
P
A
R
A
N
T
I
D
A
K

T
R
A
N
S
P
A
R
A
N
2.
Tepung Tapioka
-
-
Putih
Ungu Kehitaman
Biru
Hijau
3.
Tepung Maizena
-
-
Putih
Ungu Kehitaman
Biru
Orange
4.
Ubi Kayu
-
-
Kuning
Biru Kehitaman
Biru
Kuning
5.
Pisang
-
-
Kuning
Coklat
Hijau
Orange
6.
Telur
Putih
Ungu


Ungu
Coklat
7.
Nanas
-
-
Kuning
Hijau


8.
Ikan
Kuning
Ungu


Ungu
Ungu
9.
Ubi Petatas
-
-
Orange
Hitam
Hijau
Orange
10.
Nasi
-
-
Putih
Hitam
Ungu
Orange Kecoklatan
11.
Timun
-
-
Putih
Hitam
Biru
Orange
TABEL. PENGAMATAN
 








BAB II
DATA DAN PEMBAHASAN

2.1 . DATA PERCOBAAN

Kelas                        : XII – IPA 1                           Hari, tanggal  : Jumat, 6-2-15
Kelompok              : 4 (Empat)                            Tempt                        : Lab. Biologi
Anggota                 : 1.   Gregorius Lanang
2.     Hendrikus Nahak
3.      Fitriani Dju
4.     Helen B. Eoh
5.      Maria Goan
6.      Rezki Afifah
No.
Bahan Makan-an
Biuret
Lugol
FA & FB
Lemak
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
































































TABEL. PENGAMATAN.



2.2. PEMBAHASAN
-        Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
-        Biuret  adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung.
-          Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

Dari hasil pengamatan yang kami dapatkan di peroleh hasil pengujian sebagai berikut:  
1.       Tepung terigu
ü  Tepung terigu ditetesi dengan lugol menghasilkan warna hitam. Artinya tepung terigu positif mengandung amilum.
ü  Tepung terigu ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna coklat. Artinya tepung terigu tidak positif mengandung glukosa.

2.     Tepung Tapioka
ü  Tepung tapioka ditetesi dengan lugol menghasilkan warna ungu kehitaman. Artinya tepung tapioka positif mengandung amilum.
ü  Tepung tapioka ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Hijau. Artinya tepung tapioka positif mengandung glukosa.
3.      Tepung Maizena
ü  Tepung maizena ditetesi dengan lugol menghasilkan warna ungu kehitaman. Artinya tepung maizena positif mengandung amilum.
ü  Tepung maizena  ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Orange. Artinya tepung maizena positif mengandung glukosa.

4.     Ubi Kayu
ü  Ubi kayu ditetesi dengan lugol menghasilkan warna biru . Artinya ubi kayu positif mengandung amilum.
ü  Ubi kayu ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Kuning. Artinya ubi kayu positif mengandung glukosa.

5.      Pisang
ü  Pisang ditetesi dengan lugol menghasilkan warna coklat . Artinya pisang tidak positif mengandung amilum.
ü  Pisang ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Orange. Artinya pisang positif mengandung glukosa.

6.      Telur
ü  Telur ditetesi dengan Biuret menghasilkan warna ungu. Artinya telur  positif mengandung protein.
ü  Telur ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna ungu. Artinya telur positif mengandung glukosa.

7.      Nanas
ü  Nanas ditetesi dengan lugol menghasilkan warna Hijau. Artinya nanas tidak positif mengandung amilum.




8.      Ikan
ü  Ikan ditetesi dengan Biuret menghasilkan warna ungu. Artinya ikan positif mengandung protein.
ü  Telur ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna ungu. Artinya ikan tidak positif mengandung glukosa.

9.      Ubi Petatas
ü  Ubi Petatas ditetesi dengan lugol menghasilkan warna Hitam. Artinya ubi petatas  positif mengandung amilum.
ü  Ubi Petatas ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Orange. Artinya ubi petatas positif mengandung glukosa.

10.  Nasi
ü  Nasi ditetesi dengan lugol menghasilkan warna Hitam. Artinya nasi  positif mengandung amilum.
ü  Nasi ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Orange kecoklatan. Artinya nasi positif mengandung glukosa.

11.    Timun
ü  Timun ditetesi dengan lugol menghasilkan warna Hitam. Artinya timun positif mengandung amilum.
ü  Timun ditetesi dengan FA & FB, kemudian dipanaskan menghasilkan warna Orange. Artinya timun positif mengandung glukosa.

12.  Lemak
-        Minyak goreng membuat pinggir koran tampak buram. Maka minyak goreng positif mengandung lemak.



BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Dari data percobaan yang diamati dapat disimpulkan     :

Amilum
Glukosa
Protein
Lemak
Tepung Terigu
ü  
-


Tepung Tapioka
ü  
ü  


Tepung Maizena
ü  
ü  


Ubi Kayu
ü  
ü  


Pisang
-
ü  


Telur
-
ü  
ü  

Nanas
-
-


Ikan
-
-
ü  

Ubi Petatas
ü  
ü  


Nasi
ü  
ü  


Timun
ü  
ü  


Minyak Goreng
ü  
ü  

ü  







3.2. SARAN

ü  Selama menjalankan praktikum,  sebaiknya tenang agar hasil yang diperoleh teliti dan sesuai.
ü  Hendaknya peralatan praktikum yang digunakan baik kondisinya.
ü  Membersihkan dan membereskan peralatan praktikum yang telah digunakan.

















DAFTAR PUSTAKA

Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Irianto, M,D. (2013).
Hand Out Kesehatan Dan Gizi II. Bandung. Muchtadi, Deddy. (2009)
http://rezkiafifah.blogspot.com/

Tidak ada komentar: