Assalamualaikum Bloggers
Malam mulai merayap di tanah Indonesia
Kembali lagi bersama saya pemilik blog Lawas MD2 (My Diary Depression)
Kali ini mostingin hal yang berguna bagi bangsa dan negara \(´▽`)/ #lebay
Ini Tugas Kimia tentang Kliping yang saya susun dan rintih dari bawah
Moga berguna \(´▽`)/
Minyak Bumi dan Gas
alam
A. Proses pembentukan minyak bumi dan gas alam
Minyak bumi dan gas
alam diduga berasal dari jasad renik lautanr, tumbuhan dan hewan yang mati
sekitar 150 juta tahun yang lalu. Dugaan
tersebut didasarkan pada kesamaan unsur-unsur yang terdapat yang terdapat dalam
bahan tersebut dengan unsur-unsur yang terdapad pada makhluk hidup. Sisa-sisa
organisme itu mengendap di dasar laut, kemudian ditutupi oleh lumpur yang
lambat laun mengeras karena tekanan lapisan diatasnya sehingga berubah menjadi
batuan. Sementara itu bakteri anaerob
menguraikan sisa-sisa organisme itu sehingga menjadi minyak bumi dan gas yang
terperangkap di antara lapisan-lapisan kulit bumi. Proses pembentukan minyak
bumi dan gas ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan sepanjang umur kita
pun belum cukup untuk membuat minyak bumi dan gas. Jadi kita harus melakukan
penghematan dan berusaha mencari sumber energi alternatif.
B. Komposisi minyak bumi
Minyak bumi hasil
pengeboran masih berupa minyak mentah (crude oil) yang kental dan hitam. Crude
oil ini terdiri dari campuran hidrokarbon yaitu
1. Alkana
Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan
adalah n-oktana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana)
2. Hidrokarbon aromatis
Diantaranya adalah etil benzene
3. Sikloalkana
Antara lain siklopentana dan etil sikloheksana
4.
Belerang (0,01-0,7%)
5.
Nitrogen (0,01-0,9%)
6.
Oksigen (0,06-0,4%)
7.
Karbon dioksida [CO2]
8.
Hidrogen sulfida [H2S]
C.
Pengolahan minyak bumi
Minyak bumi
biasanya beradai 3-4 Km di bawah permukaan. Untuk mengambil minyak bumi tersebut
kita harus membuat sumur bor yang telah di sesuaikan kedalamannya. Minyak
mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tangker atau dialirkan ke kilang
minyak dengan menggunakan pipa. Minyak mentah yang tadi diperoleh belum bisa
dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun keperluan lainnya. Minyak mentah
tersebut haruslah diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500
jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-50. Pengolahan minyak bumi
dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke
dalam kelompok-kelompok dengan titik didih yang mirip. Hal tersebut dilakukan
karena titik didih hidrokarbon meningkat seiring dengan bertambahnya atom
karbon (C) dalam molekulnya.
Mula mula minyak metah dipanaskan pada suhu sekitar
400oC. Setelah dipanaskan kemudian di alirkan ke menara fraksionasi.
Dimenara inilah terjadi proses destilasi. Yaitu
proses pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah. Syarat utama
agar terjadinya proses desilasi adalah adanya perbedaan komposisi antara fase
cair dan fase uap. Dengan demikian apabila komposisi fase cair dan face uap
sama maka proses destilasi tidak mungkin dilakukan. Proses destilasi pada
kilang minyak bumi merupakan pengolahan secara fisika yang primer sebagai awal
dari semua proses memproduksi BBM (Bahan Bakar Minyak).
Skema eksplorasi minyak dan alat penyulingan
Skema eksplorasi minyak dan alat penyulingan
Minyak mentah hasil dari pengeboran di alirkan ke
kapal tangker untuk kemudian di distribusikan ke kilang minyak. Disinilah
terjadi proses destilasi yang sudah di jalaskan di atas. Pertama, miyak mentah
dipanaska dengan suhu sekitar 400oC. Komponen yang titik didihnya
lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan akan mengalir turun ke bawah,
sedangkan yang titik didihnya lebih randah akan menguap naik ke atas melalui
sungkup-sungkup yang disebus sungkup gelembung. Semakin keatas suhu di dalam
menara fraksionasi itu semakin rendah. Dengan demikian, setiap kali komponen
dengan titik didih lebih tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan
komponen dengan titik didih lebih rendah akan terus naik ke bagian yang lebih
atas lagi. Begitulah seterusnya, sehingga komponen yang paling atas itu berupa
gas. Komponen yang berupa gas itu disebut gas petrolium. Kemudia gas petrolium
tersebut dicairkan dan dikelan sebagai LPG (Liquefied Petroleum Gas).
D. Bensin dan Mutu Bensin
Bensin merupakan bahan bakar
transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini. Bensin
mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10.
Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang
diinginkan. Bensin
juga dapat digunakan sebagai pelarut, terutama karena kemampuannya yang dapat
melarutkan cat. Sebagian besar bensin tersusun dari hidrokarbon alifatik yang
diperkaya dengan iso-oktana atau benzene untuk menaikkan nilai oktan.
Kadang-kadang, bensin juga dicampur dengan etanol sebagai bahan bakar
alternatif. Kini bensin sudah hampir mejadi kebutuhan pokok masyarakat dunia
yang semakin dinamis. Bahkan orang Amerika menggunakan 1,36 miliar liter
bensin setiap hari. Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin
berbeda-beda menurut komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat dilihat dari
Oktan setiap campuran. Di Indonesia, bensin diperdagangkan dalam dua kelompok
besar: campuran standar, disebut premium, dan bensin super .
Kualitas
atau mutu bensin berdasarkan bilangan oktan
Kualitas
bensin ditentukan oleh bilangan oktan, yaitu bilangan yang menunjukkan
jumlah isooktan dalam bensin. Bilangan oktan merupakan ukuran kemampuan bahan
bakar mengatasi ketukan ketika terbakar dalam mesin.Di dalam Mesin,campuran
bensin dan udara(berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum
terkena percikan api dari busi.Jadi, semakin tinggi angka oktannya,semakin lama
bensin itu terbakar spontan. Apabila penggunaan kadar oktan tidak ssuai maka
dapat menyebabkan piston menjadi bolong.Contohnya jika mobil keluaran tahun
2000 menggunakan oktan 88(bensin premium) yang jelas piston akan menjadi
bolong.
Struktur
bensin yang baik adalah dengan komposisi n-heptana 0% dan iso-oktana
100%,n-heptana adalah rantai karbon bercabang.Apabila struktur suatu BBM lebih
banyak rantai bercabangnya maka,bensin tersebut lebih sulit untuk terbakar dan
dikategorikan dalam bensin bermutu baik,Sebaliknya jika komposisinya lebih
banyak rantai karbon lurusnya maka,bensin tersebut bermutu kurang baik.
Bensin
merupakan fraksi minyak bumi yang mengandung senyawa n–heptana dan isooktan.
Misalnya, bensin premium yang beredar di pasaran dengan bilangan oktan 80
berarti bensin tersebut mengandung 80% isooktan dan 20% n–heptana. Penambahan
zat anti-ketukan pada bensin bertujuan untuk memperlambat pembakaran bahan
bakar. Untuk menaikkan bilangan oktan antara lain ditambahkan MTBE (Metyl
Tertier Butil Eter), tersier butil alkohol, benzena, atau etanol.
Premium
Premium,
produksi Pertamina yang memiliki bilangan Oktan 88.
Premium
(RON 88) adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kuning jernih.
Warna tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye). Umumnya, premium
digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermesin bensin, seperti mobil, sepeda
motor, dan motor tempel. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline
atau petrol.
Premix
Bahan
bakar Premix yaitu jenis bahan bakar campuran antara premium dan
pertamax. penggunaan 'bensin campur' ini dianggap baik-baik saja asalkan sesuai
dengan oktan yang dibutuhkan. Bensin campur ini merupakan komposisi bensin
premium dengan oktan 88 dan campuran oktan 92 untuk mendapatkan bahan bakar
beroktan 90 atau setara pertamax. Satu keuntungan yang bisa dipetik adalah
pencampuran ini menghemat pengeluaran. Kehadiran bahan bakar ini juga berpeluang
dalam menekan penggunaan BBM subsidi,Harganya berada diantara harga premix dan
premium.
Dampak negatif
penggunaan minyak bumi
- Pencemaran udara
Turunnya kualitas udara akibat zat sisa dari
pemakaian minyak bumi
- Perubahan iklim
Penggunaan minyak bumi akan menghasilkan zat sisa
berupa CO2. Gas tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca di bumi
sehingga terjadilah pemanasan global yang sekarang ini sedang terjadi.
Pemanasan global tersebutlah yang memicu perubahan iklim di berbagai balahan
dunia
- Pencemaran air
Eksploitasi miyak bumi dengan menggunakan kapal
tangker, tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran pada kapal tangker
tersebut. Karena kapal tangker itu bocor, maka minyak mentah yang ada di
dalamnya akan keluar dan jatuh keair sehingga mengakibatkan pencemaran air.
Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
Gas nitrogen
monoksida (NO) memiliki sifat tidak berwarna, yang pada konsentrasi tinggi juga
dapat menimbulkan keracunan. Di samping itu, gas oksida nitrogen juga dapat
menjadi penyebab hujan asam. Keberadaan gas nitrogen monoksida (NO) di udara
disebabkan karena gas nitrogen ikut terbakar bersama dengan oksigen (O2),
yang terjadi pada suhu tinggi.
Reaksinya adalah: 
Pada saat kontak dengan udara,
maka gas nitrogen monoksida (NO) akan membentuk gas NO2 dengan
reaksi sebagai berikut : 
Gas NO2 merupakan gas
yang beracun, berwarna merah cokelat, dan berbau seperti asam nitrat yang
sangat menyengat dan merangsang. Keberadaan gas NO2 lebih dari 1 ppm
dapat menyebabkan terbentuknya zat yang bersifat karsinogen atau penyebab
terjadinya kanker. Jika menghirup gas NO2 dalam kadar 20 ppm akan
dapat menyebabkan kematian. Sebagai pencegahan maka di pabrik atau motor,
bagian pembuangan asap ditambahkan katalis logam nikel yang berfungsi sebagai
konverter. Prinsip kerjanya adalah mengubah gas buang yang mencemari menjadi
gas yang tidak berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Proses
pengubahan tersebut dapat dilihat pada reaksi berikut.
Oksida Belerang (SO2 dan SO3)
Gas belerang
dioksida (SO2) mempunyai sifat tidak berwarna, tetapi berbau sangat menyengat
dan dapat menyesakkan napas meskipun dalam kadar rendah. Gas ini dihasilkan
dari oksidasi atau pembakaran belerang yang terlarut dalam bahan bakar miyak
bumi serta dari pembakaran belerang yang terkandung dalam bijih logam yang
diproses pada industri pertambangan. Penyebab terbesar berlebihnya kadar oksida
belerang di udara adalah pada pembakaran batu bara. Akibat yang ditimbulkan
oleh berlebihnya oksida belerang memang tidak secara langsung dirasakan oleh
manusia, akan tetapi menyebabkan terjadinya hujan asam. Hujan yang banyak
mengandung asam sulfat ini memiliki pH < 5, sehingga menyebabkan
sangat korosif terhadap logam dan berbahaya bagi kesehatan. Di samping
menyebabkan hujan asam, oksida belerang baik SO2 maupun SO3
yang terserap ke dalam alat pernapasan masuk ke paru-paru juga akan membentuk
asam sulfit dan asam sulfat yang sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan,
khususnya paru-paru.
Karbon
Dioksida (CO2) : Sebagaimana gas CO, maka gas karbon
dioksida juga mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak
merangsang. Gas CO2 merupakan hasil pembakaran sempurna bahan bakar minyak bumi
maupun batu bara. Dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor dan
semakin banyaknya jumlah pabrik, berarti meningkat pula jumlah atau kadar CO2
di udara kita. Keberadaan CO2 yang berlebihan di udara memang tidak berakibat
langsung pada manusia, sebagaimana gas CO. Akan tetapi berlebihnya kandungan
CO2 menyebabkan sinar inframerah dari matahari diserap oleh bumi dan benda –
benda di sekitarnya. Kelebihan sinar inframerah ini tidak dapat kembali ke
atmosfer karena terhalang oleh lapisan CO2 yang ada di atmosfer. Akibatnya suhu
di bumi menjadi semakin panas. Hal ini menyebabkan suhu di bumi, baik siang
maupun malam hari tidak menunjukkan perbedaan yang berarti atau bahkan dapat
dikatakan sama. Akibat yang ditimbulkan oleh berlebihnya kadar CO2 di udara ini
dikenal sebagai efek rumah kaca atau green house effect. Untuk mengurangi
jumlah CO2 di udara maka perlu dilakukan upaya – upaya, yaitu dengan
penghijauan, menanam pohon, memperbanyak taman kota, serta pengelolaan hutan
dengan baik.
Karbon Monoksida (CO) : Gas karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak merangsang. Hal ini menyebabkan keberadaannya sulit dideteksi. Padahal gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena pada kadar rendah dapat menimbulkan sesak napas dan pucat. Pada kadar yang lebih tinggi dapat menyebabkan pingsan dan pada kadar lebih dari 1.000 ppm dapat menimbulkan kematian. Gas CO ini berbahaya karena dapat membentuk senyawa dengan hemoglobin membentuk HbCO, dan ini merupakan racun bagi darah. Oleh karena yang diedarkan ke seluruh tubuh termasuk ke otak bukannya HbO, tetapi justru HbCO. Keberadaan HbCO ini disebabkan karena persenyawaan HbCO memang lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan HbO. Hal ini disebabkan karena afinitas HbCO lebih kuat 250 kali dibandingkan dengan HbO. Akibatnya
Hb
sulit melepas CO, sehingga tubuh bahkan otak akan mengalami kekurangan oksigen.
Kekurangan oksigen dalam darah inilah yang akan menyebabkan terjadinya sesak
napas, pingsan, atau bahkan kematian. Sumber keberadaan gas CO ini adalah
pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar minyak bumi. Salah satunya
adalah pembakaran bensin, di mana pada pembakaran yang terjadi di mesin motor,
dapat menghasilkan pembakaran tidak sempurna dengan reaksi sebagai berikut.
2
C8H18(g)
+ 17 O2(g)
–>16 CO(g)
+ 18 H2O(g)
Sumber
lain yang menyebabkan terjadinya gas CO, selain pembakarantidak sempurna bensin
adalah pembakaran tidak sempurna yang terjadi pada proses industri, pembakaran
sampah, pembakaran hutan, kapal terbang, dan lain-lain. Namun demikian,
penyebab utama banyaknya gas CO di udara adalah pembakaran tidak sempurna dari
bensin, yang mencapai 59%. Sekarang ini para ahli mencoba mengembangkan alat
yang berfungsi untuk mengurangi banyaknya gas CO, dengan merancang alat yang
disebut catalytic
converter, yang berfungsi mengubah gas pencemar udara seperti CO
dan NO menjadi gas-gas yang tidak berbahaya.